Spanyol
Saya belum pernah melihat mereka berlaga di luar lapangan hijau, tapi saya perkirakan gelandang-gelandang timnas Spanyol tak akan bisa menjadi peserta kuis yang baik. Jika Anda memberi soal pada Xavi dan Andres Iniesta, maka mereka akan menjawab, “pass”. Sergio Busquets? “Pass”. Xabi Alonso? “Pass”. David Silva dan Juan Mata? “Pass”.
Kemampuan Spanyol untuk mengumpan dengan cepat dari kaki ke kaki di lapangan tengah memang menjanjikan superioritas penguasaan bola bagi tim asuhan Vicente Del Bosque ini. Mereka bisa mengoper bola satu sama lain selama dua jam nonstop sampai lawannya tumbuh jenggot selebat Alexi Lalas dan tetap bola tak bisa terebut. Tapi ada kemungkinan bahwa superioritas ball possession mungkin
tak cukup untuk mereka kali ini.
Ketiadaan David Villa akibat cedera adalah pukulan keras bagi Spanyol bukan karena Fernando Llorente dan Fernando Torres adalah penyerang tanpa insting gol yang tajam (err...Torres mungkin iya), tapi karena gaya main mereka yang berbeda. 
Llorente adalah predator kotak penalti dan kehebatannya di udara akan memberi dimensi baru permainan Spanyol, tapi ia bukanlah Villa yang lihai mengusahakan sendiri peluang dan menciptakan gol krusial saat lini tengah buntu seperti yang ia tunjukkan saat Piala Dunia 2010.
Walau begitu, Spanyol tetap menjadi favorit kuat untuk juara dan diunggulkan di tempat pertama oleh semua bursa taruhan dunia. Harusnya mereka tak kesulitan untuk keluar dari grup C yang dihuni Irlandia, Kroasia, dan Italia. Hasil apa pun selain kembali juara akan dipandang sebagai kegagalan.
Jerman
Sepuluh tahun lalu, rasanya mustahil untuk meneteskan liur mendengar nama-nama penghuni lini tengah Jerman, tapi sekarang? Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos, Mesut Ozil, Sami Khedira, Lukas Podolski, Thomas Muller, Mario Goetze, Marco Reus? Woof!
Penulis-penulis sepak bola Jerman mengatakan bahwa skuat Jerman kali ini adalah yang paling bertalenta sejak Piala Dunia 1990 saat mereka keluar sebagai juara. Nukleus tim yang finis di peringkat tiga di Piala Dunia 2010 sekarang dipandang lebih dewasa dan lebih siap untuk bertarung. Jerman dianggap sebagai kandidat juara terkuat setelah Spanyol, tapi para pundit sepakbola beranggapan bahwa Jerman sangat rentan untuk menjadi overrated.
Hasil beberapa uji coba yang dilakukan Jogi Low tak impresif, kalah dari Prancis dan Swiss serta menang dengan tidak mengesankan dari Israel. Seperti Spanyol, lini belakang menjadi titik yang harus dibenahi Low. Mats Hummels dan Holger Badstuber adalah 2 bek tengah yang cemerlang di Bundesliga musim lalu, tapi Low dalam beberapa waktu terakhir kerap mencoba Per Mertesacker yang tidak begitu menjanjikan. Belum lagi polemik berkelanjutan soal, “Jika Phillip Lahm ditempatkan di satu sisi, siapa yang akan ditempatkan di sisi satunya lagi?
Satu lagi yang harus dilakukan Low, mengingatkan Mario Gomez untuk tidak lupa membawa naluri golnya ke dalam lapangan.
Jika Euro 2012 adalah sebuah sekolah, maka grup yang dihuni Jerman bersama Belanda, Portugal, dan Denmark adalah kelas unggulan, tapi tampaknya Jerman tak akan terlalu kesulitan untuk menjuarai grup tersebut.
Belanda
Anomali Piala Dunia 2010 adalah bagaimana Jerman bermain seperti Belanda dan Belanda bermain seperti Jerman. Setelah kekecewaan di final di Afrika Selatan yang ditandai dengan gagalnya Arjen Robben mengonversi peluang one-on-one menjadi gol dan persembahan tanda kasih Nigel de Jong kepada Xabi Alonso dalam wujud tendangan di dada, Belanda punya alasan untuk optimis kali ini.
Robin van Persie berada dalam performa terbaik sepanjang kariernya dan ia akan didukung oleh kreativitas Wesley Sneijder dan/atau Rafael van der Vaart di belakangnya. Briliannya Klaas-Jan Huntelaar bersama Schalke musim ini menimbulkan tekanan pada pelatih Bert van Marwijk untuk menurunkan penyerang tersebut yang bisa jadi mengakibatkan Dirk Kuyt diparkir di bangku cadangan. 
Di tengah, pasangan rese Mark van Bommel dan Nigel de Jong rasanya akan menguji kesabaran para gelandang lawan yang sudah pasti akan menjadi target dari keusilan mereka berdua.
Lagi-lagi kita berbicara tentang tim yang lini belakangnya tak begitu solid. Joris Mathisen dan Johny Heitinga bukan bek buruk, tapi mereka juga bukan palang pintu kelas wahid. Tim Belanda ini mungkin tim Belanda paling pragmatis dalam sejarah sepakbola mereka, tapi pragmatisme itu yang rasanya akan membawa mereka keluar dari grup dan melangkah lebih jauh.
Prancis
Bayang-bayang kegagalan Les Bleus di Piala Dunia 2010 menyebabkan Prancis menjadi tim yangcriminally underrated di Euro kali ini. Tak banyak yang membicarakan mereka karena Prancis dianggap akan kembali terpuruk dengan sukses seperti skandal di Afsel saat Nicolas Anelka memicu pemberontakan terhadap pelatih Raymond Domenech.
Saya menjagokan Prancis sebagai kuda hitam di turnamen kali ini karena mustahil untuk tidak menganggap serius tim yang diperkuat pemain seperti Franck Ribeiry, Karim Benzema, Samir Nasri, Yohan Cabaye, Hatem Ben Arfa, Mathieu Valbuena, dan Yann M’Vila.
Mungkin bukan keluar sebagai juara, tapi rasanya Laurent Blanc bisa membawa pasukannya untuk melebihi ekspektasi banyak orang. Partai pertama melawan Inggris pekan depan akan menjadi krusial bagi perjalanan mereka di turnamen ini berikutnya.
Inggris
Semakin sedikit yang dikatakan mengenai Inggris semakin bagus. Satu hal yang kita ketahui, jika Inggris tersingkir, John Terry tak akan pulang karena ia akan hadir di final untuk mengangkat piala.