Jumat, 12 Februari 2016

Dengan Ridho Allah Kota Ciamis Diciptakan dengan Manisnya

9 komentar
FYI: Kabupaten Ciamis merupakan sebuah kabupaten di Tatar Pasundan. Provinsi Jawa Barat, ibu kotanya sendiri adalah Ciamis Kota. Kabupaten ini sering dijadikan tempat transit bagi para pelancong yang hendak berlibur ke tempat-tempat wisata yang berada di Pangandaran ataupun Yogyakarta.





Tempat yang menjadi kebanggaan orang Ciamis dan juga para pelancong yang transit ke kota ini adalah Alun-alunya sendiri karena terdapat replika bunga bangkai (Rafflesia) yang begitu besar. Taman ini selalu ramai ketika menjelang sore apalagi ketika weekend berlangsung banyak warga yang menjadikan taman ini sebagai tempat liburan yang seru bareng teman, orang terdekat, dan keluarga.

Buktinya saya sebagai orang asli Ciamis, dari kecil saya sering di ajak orang tua saya bermain ke Alun-alun Ciamis atau orang-orang menyebutnya Taman Rafflesia. Gak tau kenapa aura di taman ini membuat saya selalu bahagia, mungkin karena Allah menciptakan kota ini dengan manisnya.


Keadaan Taman Rafflesia ketika saya masih kecil, btw saya mengenakan baju Alien Workshop loh. (betapa bahagia generasi 90an itu). 


Keadaan Taman Rafflesia sekarang.

Sebuah cinta yang sesungguhnya dari sang Pencipta menaungi Kabupaten Ciamis. Ritme kota yang umumnya hiruk-pikuk serta jalanan yang macet, polusi dimana-mana sama sekali tidak terlihat di kota ini. Kota kecil yang tenang membuat siapa saja yang mengunjunginya akan jatuh hati dan akan rindu ketika meninggalkannya.




Kenangan yang tertumpuk dari sebuah kota Ciamis adalah alasan kenapa kita merindukannya. Tempat menghabiskan ratusan hari penuh cerita. Langkah yang menjauhkan dari kota Ciamis atau tanah kelahiran kita selalu berhasil menumbuhkan rasa rindu.

Hamparan rumput asli di Taman Rafflesia ini kerap dijadikan arena bermain, seperti bermain bola, layang-layang,guling-guling dll.. Kesejukan udara yang khas bisa kita rasakan di Taman ini karena keasriannya sangat dijaga.


Keadaan Mesjid Agung Ciamis ketika saya kecil


Keadaan Mesjid Agung Ciamis sekarang, setelah beberapa kali dilakukan perombakan. Perkembangan Agama Islam yang kuat di kota Ciamis ini dengan di bangunnya mesjid didekat Alun-alun yang juga sebagai tempat untuk Shalat Idul Fitri.

Keberadaan Mesjid Agung Ciamis menjadi daya tarik sendiri. Mesjid ini berdiri pada tahun 1882. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Ciamis Raden Adipati. Aria Kusumadiningrat. Luas bangunan Mesjid Agung ini mencapai 3.500 meter persegi, sedangkan luas keseluruhannya hampir mencapai 15.000 meter persegi. Selain itu, di mejid ini terdapat bangunan bawah tanah yang difungsikan sebagai perpustakaan , pertama kali saya masih ke perpustakaanya itu waktu SMP ketika ada acara Aa Gym sedang memberikan dakwah di mesjid ini. Tapi sayangnya sekarang perpustakaan itu sudah di tutup entah karena apa, yang pasti saya penasaran pengen masuk lagi dan bisa baca buku-buku di perpustakaan Mesjid Agung Ciamis ini.

Untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan DKM Ciamis cukup banyak bahkan satu minggu sekali diadakan pengajian umum di mesjid ini. Mesjid Agung Ciamis juga biasanya menjadi tempat persinggahan masyarakat yang akan melalukan perjalanan ke daerah Cilacap, Banyumas, Tasik, Garut, Bandung, dan Jakarta..

Kita sebagai warga Tatar Galuh Ciamis wajib untuk menjaga dan melestarikan apa yang sudah diberikan Allah SWT kepada kota MANIS (Menawan Asri Nyaman Indah Sehat) ini.


Inilah foto seberapa besar cinta saya terhadap kota kelahiran saya, kalau kamu adakah kenangan atau foto ketika bermain ke Alun-alun Ciamis?  

"Dengan Ridho Allah Kota Ciamis Diciptakan dengan Manisnya" - Wingga

Rabu, 10 Februari 2016

Gi, Heung, dan Jeong - Tiga Konsep sebagai Jantung Identitas Korea

5 komentar


Tiga konsep ini sederhana tapi sangat penting karena terkandung dalam berbagai wilayah, budaya, dan masyarakat Korea.

- Gi adalah semangat/energi. Gi mengalir tidak hanya melalui semua makhluk hidup, tetapi juga melalui tanah, air, dan udara. Jadi, Gi dapat dianggap sebagi semangat dan energi alam Korea.

- Heung adalah kenikmatan/keriangan/kegembiraan. Heung memancarkan semangat dan gairah dalam kehidupan sehari-hari. Rasa riang ini mengalir deras dalam kebudayaan Korea, dari tarian rakyat tradisional klasik sampai kesenian seperti K-pop.

- Jeong adalah kasih sayang/kehangatan/welas asih. Kehangatan khas yang menyentuh para pengunjung terhadap Korea dan sering mengarah pada persahabatan yang cukup erat. Jika Gi mencakup alam Korea dan Heung mencitrakan budaya Korea, Jeong menegaskan karakteristik masyarakat Korea.




Alam Korea adalah gambaran dahsyatnya energi Gi, bagaikan sebuah biji yang menyimpan energi yang diperlukan untuk tumbuh menjadi pohon besar yang kuat. Empat musim yang dimiliki Korea, gunung yang menutupi 70% wilayahnya, dan laut yang mengelilingi empat sisinya menghasilkan Gi yang luar biasa. Korea tercatat sebagai harta karun sumber daya ekologi internasional, di antaranya sebagai situs Warisan Alam Dunia UNESCO (UNESCO World Natural Heritage), situs terdaftar dalam Konvensi Ramsar untuk Lahan Basah (Ramsar Convention on Wetland) dan Cagar Biosfer UNESCO (UNESCO Biosphere Reserves). Kunjungi dan nikmati musim yang segar dan hijau, musim panas yang luar biasa, musim gugur dengan dedaunan yang berwarna-warni, dan putihnya musim dingin di Korea.

  • Musim semi di kuil Yeongok
  • Musim panas di lahan basah UPO
  • Musim gugur di pulau Jeju
  • Musim dingin di gunung Seonun



Bangsa Korea sarat dengan Gi. Budaya tradisionalnya yang sangat serasi dengan alam, juga mengandung Gi. Dari kecintaan terhadap alam, bangsa Korea membawa kecantikan alam ke semua unsur budaya mereka. Hanok rumah tradisional Korea adalah wujud penghargaan terhadap alam. Rumah ini dibangun dengan bahan alami, yaitu tanah, batu, kayu, dan kulit pohon murbei. Rumah ini memiliki prinsip bahwa lingkungan alam mempengaruhi takdir manusia. Hanok di rancang sesuai keindahan alam.




Hidangan Korea bukan makanan cepat saji. Harus dimasak dengan pelan dan penuh perhatian. Makanan ini juga melambangkan filosofi eumyang ohaeng (yin, yang, dan lima eemen). Memadukan harmoni antara lima warna alam (biru, merah, kuning, putih, dan hitam) dan lima rasa (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengeca, dan peraba). Sejaka dulu, bangsa Korea percaya bahwa makanan dan obat berasal dari akar yang sama. Filosofi ini dipakai dalam menikmati segarnya Gi dari alam.




Heung adalah kegemberiaan. Korea erat hubungannya dengan Heung. Heung membentuk bangsa Korea, yang sangat bersemangat, dan di ungkapkan dalam banyak cara melalui budaya pertunjukan, drama TV, musik, lukisan, dan busana. Irama musik Korea yang dinamis mencerminkan gerakan yang sarat akan Heung, membawa anda ke suatu tempat dan mengisi hati anda dengan kegemberiaan.




Jalan-jalan di Korea tetap ramai selama 24 jam. Di sini anda akan disuguhi galeri seni dengan tren terbaru, kafe, dan rumah makan. Wilayah belanja ini dikenal sebagai surga belanja. Sisi lain yang merupakan wujud Hallyu (Gelombang Korea) yang sangat dominan adalah kegilaan terhadap budaya pop Korea. Di Korea, anda akan mendapati sensasi yang lebih dalam seni pertunjukan dan drama yang menampilkan bintang-bintang muda berbakat Korea.




Jeong artinya penuh perhatian dan kasih sayang. Sejak dulu bangsa Korea menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan membawa kebaikan kepada orang lain sebanyak mungkin. Inilah akar dari tradisi menghargai orang lain. Jeong ditampilkan dalam menyambut orang lain dengan senyum menawan dan menawarkan kehangatan kepada semua tamu yang datang. Di Korea anda akan mendapati sensasi kehangatan itu ^_^


Ayokkk berkunjung ke Korea.




Selasa, 09 Februari 2016

Spionase Tom Hanks di Film Bridge of Spies

2 komentar


Film yang berdurasi 135 menit menceritakan bahwa dalam dunia politik, tidak ada lawan ataupun kawan, yang ada cuman kepentingan, yang paling penting adalah siapa yang paling bisa memberi keuntungan bagi kepentingan pihaknya. Film yang di sutradai oleh Steven Spielberg ini sangat jelas menggabarkan antara sisi yang ironis dan sisi yang humanis.




Di sisi lain, Bridge of Spies juga menampilkan tokoh yang kuat melalui James Donovan (Tom Hanks). Membawa pesan-pesan "everyone deserves a defense, every person matters", Donovan telah menjadi agen yang tetap harus menjalankan tugasnya, ia sama sekali tidak peduli kepada siapapun pihak yang ia bela termasuk mata-mata dari Rusia yang menjadikannya di benci oleh tempat kelahirannya Amerika yang menganggapnya telah berkhianat.

Alhasil mata-mata Rusia (Rudolf Abel) yang dibela Donovan dalam kasusnya ini cuman mendapat hukuman penjara yang membuat geram masyarakat Amerika, bahkan kecaman teror pun banyak berdatangan kepada Donovan.




Film ini di angkat dari kisah nyata ketika seorang pengacara asuransi berhasil melakukan negosiasi penting saat perang dingin berlangsung. Tujuan dari negosiasi tersebut adalah untuk menukar Rudolf Abel dengan pilot pesawat U-2 Amerika, Francis Gary Powers, yang di tangkap pihak Rusia.

Meski demikian film ini tidak terlepas dari kontroversi sama sekali. Steven Spielberg menggambarkan tokoh Donovan seolah menjadi pahlawan dalam misi diplomasi perdamaian itu, padahal ada sosok presiden Amerika John F. Kennedy di baliknya. Namun terlepas dari kontroversi itu film Bridge of Spies ini harus di beri tepuk tangan yang meriah.

Memang alur dari cerita film ini lambat (mungkin sang sutradara sengaja membuatnya lambat karena bergenre drama dan thriller) tapi setelah mencapai klimaksnya setiap babak terasa menguak misterinya perlahan-lahan . Awalnya menunggu namanya juga film drama based on true story movie lagi jadi ya...wajar lah.hhe sambil sedikit menerka-nerka dan berekspektasi pada cerita film yang disuguhkan.

Film ini mengangkat prespektif berbeda dari sejarah di zaman perang dingin, karena kebanyakan dalam film ini oleh sang sutradara lebih diangkat sisi humanisnya ketimbang intrik-intrik politiknya dan jangan lupa melihat adegan detik-detik menjelang barter, pokoknya itu memorable scene nya.




Well cukup sekian review yang saya kasih, selamat menonton ^_^