Loss Journey
malam memusim kembali ketika
kita rindukan perjalanan kecil
menempuh ragu yang jauh

bus terus melaju sedangkan angin
mematah gerimis dari dahan hujan
yang suaranya mencerna keheningan

jendela bagai saja bingkai kristal
untuk mengekalkan beribu kenangan
agar tidak rusak dan terlupakan

indah purnama yang hinggap di langit
yang engkau kira pernah jadi kepompong
dan diam menunggu sampai bersayapkan

bintang-bintang. Musim masih panjang
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Menjadi penulis, kita sadar, tak ada satupun yang instant. Tak ada keberhasilan hanya dengan angan-angan, kata-kata jika atau andai, apalagi minimnya ambisi. Terima kasih sudah membaca. Silahkan memberikan komentar di Comment Box. Komentar kalian merupakan wawasan bagi penulis. Vielen dank!