Tampilkan posting dengan label Puisi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Puisi. Tampilkan semua posting

Kamis, 24 Mei 2012

Puisi Terakhir Gie

               



Artist: Soe Hok Gie - dibacakan oleh Nicholas Saputra
Puisi Terakhir Gie:


Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua.
Berbahagialah mereka yang mati muda.
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaanmu.
- Soe Hok Gie

(Source: mochwingga) kalo penasaran sama puisi ini langsung aja KLIK DISINI :)

Puisi "Malam di Matamu"

Musikalisasi Puisi "Malam di Matamu", oleh Jemima & Ilman 'Maliq & D'Essentials'


ikuti :D lalalala~

Malam di Matamu

malam di matamu terlihat pucat seperti tenang
bening danau yang terlalu lama menanti riak
malam di mataku telah menyerah berlutut pada
kata-kata yang berjatuhan di dalam matamu
bintang-bintang itu

malam di matamu mulai membeku seakan waktu
terjebak di balik langit yang berteriak
malam di matamu menjatuhkan gerimis
seperti rindu yang terurai lukanya
satu demi satu.

by: Duta Galau @benzbara_