Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

Review: CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR Is My Epic Superhero Film Ever

2 komentar


Masih banyak rahasia yang belum terungkap 


Pasti kalian penasaran dengan peran Daniel Bruhl alias Zemo yang memegang banyak rahasia di film Captain America: Civil War ini. Di dalam komik Marvel sendiri, Baron Zemo adalah seorang anak dari Helmut J. Zemo ilmuwan psikotik Nazi yang sangat dendam terhadap Captain America, karena waktu perang dunia II ayahnya meninggal oleh Captain America, nah disitulah Baron Zemo memutuskan mengikuti jejak ayahnya sebagai supervillain menggunakan uang keluarganya sendiri untuk menciptakan karya ayahnya (masih rahasia). Zemo juga pernah bersekutu dengan Arnim Zola (Si Komputer) dan Tengkorak Merah (Red Skull), sifat karakter Zemo di film ini masih kurang jelas tapi menunjukkan bahwa Baron Zemo pada dasarnya adalah Lex Luthor nya "Batman-v-Superman" di film ini.


"Er...I'm Everett Ross with the State Department, Highness. The President has asked me to serve as your liaison during your visit here."

Tunggu dulu sepertinya pernah liat orang ini di film apa ya.....??
Ayo coba inget-inget.....
Si pencuri itu lho...
Yang di kejar-kejar Naga Smaug...
Yap betul dia adalah Bilbo..
Lho kok ada di film Civil War? 
Karena disini dia tidak memerankan seorang Bilbo yang meminta kepingan emas lagi.hhe 
Kali ini dia berperan sebagai Everrett K. Ross bekerja untuk Departemen Luar Negeri AS yang tugasnya adalah untuk mengawal diplomat asing di Amerika. 



Dia adalah Frank Grillo alias Brock Rumlow (Crossbones), kalau kalian pernah nonton film "Captain America: The Winter Soldier" ketika Captain America berkelahi di elevator nah Brock Rumlow ini yang membawa tongkat sengatan listrik atau kalian pernah nonton film "The Purge: Anarchy" ada peran utama yang bernama Leo Barnes nah itu juga dia.hhe dia adalah tentara bayaran yang masih ada kaitannya sama Red Skull.



Karakter ini juga muncul dari film "Captain America: The Winter Soldier"
Sharon Carter merupakan keponakan dari Peggy Carter, cinta pertama Steve Rogers yang dalam Captain America: The First Avenger kemarin diperankan oleh Hayley Atwell. Dalam alur cerita komiknya, Sharon bergabung di organisasi S.H.I.E.L.D. karena terinspirasi oleh cerita tentang bibinya dan Captain America. Dengan berjalannya waktu, Sharon Carter dan Steve Rogers pun akhirnya saling jatuh cinta.

Kemunculan Black Phanter dan Spider-Man


Dengan minusnya Thor dan Hulk ternyata Marvel tidak diam begitu saja untuk memberi kejutan dengan memperkenalkan dua karakter superheroes baru yaitu Black Panther dan Spiderman yang tampil begitu fantastis di film ini. Memang karakter Black Panther masih begitu asing bahkan kemunculannya ternyata tidak bisa di anggap sebagai superhero biasa saja dengan kostum hitam legamnya yang super keren, kemampuan fisik seorang Panther yang bisa berlari cepat, lincah, bertarung ganas, di tambah cakar Vibraniumnya yang bisa menggores tameng Captain America. Apakah Black Panther hanya sampai di film ini saja? Jawabannya, tidak, dengan karakter yang disegani Black Panther sangat pantas bergabung dengan Avengers yang banyak diragukan kemunculannya karena banyak yang menganggap dia hanya sebagai cameo saja, oh tentu tidak yang pantas menjadi cameo hanyalah Stan Lee seorang. Kalian liat kan waktu Credit Scene Captain America: Civil War ketika T'Challa dan Steve membekukan kembali Buck disitu adalah markas Black Panther yang nantinya mungkin ada di filmnya tahun 2017/2018.



Bocah cerewet yang banyak ditunggu kehadirannya. Bahwa Spiderman dan Peter Parker (Tom Holland) yang baru tidak akan berakhir sekedar cameo dan kemudian menghilang begitu saja. Disini Spider-Man hadir dengan peran yang penting di Civil War dan memberikan hiburan seperti biasanya, terlihat sangat menjanjikan. Ia adalah manusia laba-laba remaja yang berusaha tampil relevan di tengah pertarungan para “raksasa ANT-MAN” dan lengkap dengan kepribadian fun. Kejutannya walaupun masih muda banget tapi kekuatannya jangan di anggap remeh, dia bisa menahan pukulan Bucky, lebih gesit, patuh kepada perintah dan yang terakhir kalian kalau habis nonton film "Civil War" jangan dulu buru-buru keluar teater bioskop karena ada scene terakhir yang melihatkan mau di bawa kemana nantinya Spider-Man ini.

Pecah Belahnya Captain America dan Iron Man



Steve Rogers (Chris Evans), alias Captain America menemukan teman lamanya Bucky Barnes dalam misi rutin di Lagos dengan timnya, yang meliputi Natasha Romanoff / Black Widow (Scarlett Johansson), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), dan Sam Wilson / Falcon (Anthony Mackie). Tapi pertempuran berikutnya memiliki konsekuensi tak terduga dan Menteri Luar Negeri AS (William Hurt) muak dengan jejak dari kematian dan kehancuran massal yang dilakukan oleh para Avengers sewaktu melawan para kriminal dan akhirnya mendorong mereka untuk menyetujui Persetujuan Sokovia, yang akan menempatkan mereka di bawah yurisdiksi PBB.

Namun gara-gara beda presepsi dan ideologi yang akhirnya memaksa anggota Avengers yang lain untuk mulai memihak. Tony Stark setuju dengan hal ini, namun Steve Rogers "Captain America" tidak setuju dan tidak mentandatangani perjanjian tersebut. Cap merasa bahwa keputusan politis seperti ini justru akan membuat Avengers hancur/tak lagi efektif menjalankan perannya sebagai pelindung. Namun konflik antara keduanya memuncak setelah sang sahabat lama Captain, Bucky Barnes alias The Winter Soldier kembali menunjukkan aksinya dan justru memicu banyak kekacauan dan kematian (salah satu korbannya adalah ayah dari T'Challa). Cap percaya bahwa Bucky masih bisa “diselamatkan” karena Bucky hanya diperalat untuk menjalankan misi sebagai Soldier/Prajurit yang telah di perintah oleh buku dari Perang Dunia II yang membuatnya hilang ingatan karena didalam tubuh dia terdapat program Hydra, sementara Tony Stark melihatnya sebagai awal untuk memperlihatkan kerja tim Avengers itu sendiri.

Adegan Pertarungan yang Epic


Bukan hanya karakternya saja yang membuat hati siapa saja terpukau melihatnya, tapi adegan pertarungan di film "Captain America: Civil War" ini juga pantas menyandang predikat sebagai salah satu film superhero dengan scene battle terepik sejauh ini. Munculnya Black Panther kejar-kejaran melawan Bucky dan Captain America, kedua tim berlari dan saling berhadapan di bandara, Ant-Man yang tadinya kecil bisa menjadi besar seperti Ultraman, munculnya Spider-Man yang memihak team Iron Man. Banyak karakter Avengers yang mempunyai senjata rahasia baru, kostum baru.

Karena harus diakui, hampir semua dari kita yang pergi menonton Civil War memang hadir dengan satu ekspektasi yang sama selain sebuah cerita yang epic. Captain America: Civil War berakhir jadi film superhero Marvel terbaik sejauh ini. Dari "Winter Soldier" disempurnakan lagi dengan garis cerita kuat. Scene pertarungan super epik. Pengenalan dua karakter Black Panther dan Spider-Man yang juga dilakukan dengan manisnya dan tinggal menunggu credit scene yang sudah di depan mata Anda.



Selasa, 09 Februari 2016

Spionase Tom Hanks di Film Bridge of Spies

2 komentar


Film yang berdurasi 135 menit menceritakan bahwa dalam dunia politik, tidak ada lawan ataupun kawan, yang ada cuman kepentingan, yang paling penting adalah siapa yang paling bisa memberi keuntungan bagi kepentingan pihaknya. Film yang di sutradai oleh Steven Spielberg ini sangat jelas menggabarkan antara sisi yang ironis dan sisi yang humanis.




Di sisi lain, Bridge of Spies juga menampilkan tokoh yang kuat melalui James Donovan (Tom Hanks). Membawa pesan-pesan "everyone deserves a defense, every person matters", Donovan telah menjadi agen yang tetap harus menjalankan tugasnya, ia sama sekali tidak peduli kepada siapapun pihak yang ia bela termasuk mata-mata dari Rusia yang menjadikannya di benci oleh tempat kelahirannya Amerika yang menganggapnya telah berkhianat.

Alhasil mata-mata Rusia (Rudolf Abel) yang dibela Donovan dalam kasusnya ini cuman mendapat hukuman penjara yang membuat geram masyarakat Amerika, bahkan kecaman teror pun banyak berdatangan kepada Donovan.




Film ini di angkat dari kisah nyata ketika seorang pengacara asuransi berhasil melakukan negosiasi penting saat perang dingin berlangsung. Tujuan dari negosiasi tersebut adalah untuk menukar Rudolf Abel dengan pilot pesawat U-2 Amerika, Francis Gary Powers, yang di tangkap pihak Rusia.

Meski demikian film ini tidak terlepas dari kontroversi sama sekali. Steven Spielberg menggambarkan tokoh Donovan seolah menjadi pahlawan dalam misi diplomasi perdamaian itu, padahal ada sosok presiden Amerika John F. Kennedy di baliknya. Namun terlepas dari kontroversi itu film Bridge of Spies ini harus di beri tepuk tangan yang meriah.

Memang alur dari cerita film ini lambat (mungkin sang sutradara sengaja membuatnya lambat karena bergenre drama dan thriller) tapi setelah mencapai klimaksnya setiap babak terasa menguak misterinya perlahan-lahan . Awalnya menunggu namanya juga film drama based on true story movie lagi jadi ya...wajar lah.hhe sambil sedikit menerka-nerka dan berekspektasi pada cerita film yang disuguhkan.

Film ini mengangkat prespektif berbeda dari sejarah di zaman perang dingin, karena kebanyakan dalam film ini oleh sang sutradara lebih diangkat sisi humanisnya ketimbang intrik-intrik politiknya dan jangan lupa melihat adegan detik-detik menjelang barter, pokoknya itu memorable scene nya.




Well cukup sekian review yang saya kasih, selamat menonton ^_^

Rabu, 30 Desember 2015

Star Wars: The Force Awakens (2015)

Tidak ada komentar




”A long time ago, in a galaxy, far, far, away”

Kebangkitan saga lawas yang menghadirkan installment terbaru pada tahun 2015. Meski berpindah haluan ke pihak Disney, Star Wars milik George Lucas masih sangat terasa di episode VII ini. Mulai dari pola beberapa sub plot hingga nuansa momen yang epik, semuanya nampak tidak ada yang berubah. Selalu membawa kejutan dari beberapa episode film ‘Star Wars’ ini memang tak lagi hanya sekedar mampu memecahkan rekor finansial di semua episode Star Wars film ini juga mempunyai fanbase dan penjualan merchandise yang tinggi.

George lucas sempat dilibatkan sebagai konsultan kreatif guna hasilnya tidak menyimpang jauh dari yang di tuangkan alur seharusnya. Untuk plotnya diketengahkan adalah masa dari beberapa dekade pasca kejadian di “Return Of Jedi”. 30 tahun berlalu setelah kemenangan Rebel Alliance, rupanya galaksi masih diliputi peperangan. Lahirlah kekuatan aliansi dark side imperial galaksi baru bernama ‘The First Order (pecahan dari Galactic Empire). 

Kembalinya pemeran-pemeran inti dari Mark Hamill (Luke Skywalker), Harrison Ford (Han Solo), Carrie Fisher (Leia Organa), Peter Mayhew (Chewbacca) sampai duo ikon humanoid/droid C-3PO (Anthony Daniels) dan R2-D2, jelas agar tetap menjaga ekspektasi dan masih tetap aktif berjuang dipihak Resistance melawan kekuatan militer baru. Mereka kemudian bergabung dengan para pahlawan generasi baru salah satunya tentulah pemilihan John Boyega (Finn) di balik isu-isu warna kulit sebagai salah satu pemegang kendali utama trilogi baru ini.





Dark VS Light

Salah satu tangan kanan pemimpin besar The First Order, Supreme Leader Snoke (Andy Serkis), yaiu Ben alias Kylo Ren (Adam Driver) yang merupakan putra semata wayang Leia (Carrie Fisher) dan Han Solo (Harrison Ford). (*tiba-tiba banyak yang menanyakan dengan Family Tree di Star Wars) Kenapa Ben jadi TFA jadi anaknya Han Solo & Leia Organa? Bukannya Ben itu anaknya Luke & Mara Jade? Jadi gini karena J. J. Abrams gak ngikutin cerita dari EU (Expanded Universe) sejak Star Wars udah jadi hak milik Disney, jadi gak mesti ngikutin yang sebelumnya. Pokoknya Ren dikisahkan sangat terobsesi pada kejayaan sang kakek, Darth Vader.

Kylo Ren berupaya menghancurkan seluruh Jedi. Tinggal Luke Skywalker ksatria Jedi terakhir, mantan gurunya, yang tersisa, tapi ia menghilang selama satu dekade pasca kematian Darth Vader dan kemenangan Battle of Endor dan sejak itu ia tidak terlihat lagi selama 20 tahun, alasan Luke Skywalker mengasingkan dirinya adalah karena rasa takutnya akan terpengaruh ke sisi gelap Force.

Maka dari itu Kylo Ren sangat keukeuh memburu peta yang menunjukkan lokasi Luke berada. Peta tersebut berada di tangan pilot andalan Resistence yang rupanya menyembunyikannya di droid kesayangannya, BB-8. Dalam pencariannya, pihak pemberontak The Resistance yang dipimpin Leia Organa (Carrie Fisher) mengirim pilot X-wing terbaik di seantero galaksi Poe Dameron (Oscar Isaac) ke Planet Jakku untuk menemui tetua Lor San Tekka (Max Von Sydow) untuk mencari sambungan peta lokasi Luke yang sebagiannya tersimpan dalam memori droid BB-8 milik Poe.

Singkat cerita, poe yang sempat tertangkap melarikan diri bersama Finn (John Boyega) putra dari Lando Carlrissan, Finn adalah stormtrooper berhati emas yang menolongnya, namun sayangnya kembali terpisah oleh sebuah kecelakaan. Di situlah kemudian, Finn yang mencari BB-8 atas penjelasan Poe bertemu dengan Rey (Daisy Ridley) pemulung angkasa yang lantas bertualang bersamanya dan bergabung dengan jagoan-jagoan angkasa dan sisa-sisa The Force untuk meneruskan quest pencarian Luke di tengah kejaran The First Order.




 

Daisy Ridley & John Boyega

Namun bintang sebenarnya tetaplah Teteh Daisy Ridley. seorang remaja 170 cm, yang memiliki kepandaian alami dalam hal mekanik, menerbangkan pesawat, dan bela diri. Momen-momen kelahiran Force pun kembali terjadi, walau lewat Rey, yang belum diketahui asal usul Force mengalir kuat dalam dirinya. (?) Sementara karakter pendampingnya, Finn, adalah pria yang lugu dimana ia hanya ingin hidup tenang dan kemudian berpura-pura sebagai anggota Resistence karena takut masa lalunya akan membuat orang-orang di sekelilingnya tentunya memiliki jiwa humoris.
 
Beruntung, muncul banyak pertanyaan sana-sini, termasuk seputar Rey, mengindikasikan bahwa sutradara selanjutnya, Rian Johnson (Looper, The Brother’s Bloom) punya banyak materi untuk diolah dalam Star Wars Episode VIII. Banyak teka-teki yang sudah J.J Abrams sebar dan memerlukan jawaban. Tinggal tunggu saja bagaimana Ronson mengeksekusi jawaban-jawaban ini menjadi sebuah rangkaian cerita trilogi lebih menarik, melanjutkan apa sudah yang sudah dikerjakan oleh baik oleh Abrams.


Bagaimana dengan trio The Raid? Hemmm jangan berharap terlalu banyak akan penampilan Kang Yayan, Iko Uwais, dan Kang Cecep. Karakter mereka bukan karakter vital tapi kehadiran mereka di film Disney berbujet besar ini tentulah kabar menyenangkan, karena bisa jadi membuat karir mereka cemerlang di perfilman Hollywood juga membawa nama Indonesia. Pokoknya ‘The Force Awakens’ a movie event ‘of the year’




May the force be with you and him! 

Detail Film:
Judul : Star Wars: The Force Awakens
Sutradara : J. J. Abrams
Genre : Petualangan, luar angkasa, aksi
Pemain : Harrison Ford, Daisy Ridley, John Boyega, Carrie Fisher, Adam Driver, Mark Hamill, Oscar Isaac, Andy Serkis
Rating : 8,8/10